In Bed with Bandung’s Models

16Mar08

Ketika bus yang mengantar saya kembali ke kota Jogjakarta melewati perempatan gejayan-ring road, sekilas saya melihat baliho promosi dari sebuah tempat  hiburan di jogja. Dalam baliho tersebut terpampang informasi sebuah acara dengan tajuk “In Bed with Bandung’s Model”. Jujur, dalam pikiran saya selintas ketika itu, timbul pertanyaan, inikah pertanda bahwa anak muda Jogja sekarang semakin permisif alias pergaulan yang lebih bebas semakin diterima dalam budaya hidupnya?.

 Bagaimana bisa timbul pertanyaan itu? Begini ceritanya. Kita mulai dari analisis sisi promosi acara tersebut. Jika “ditafsirkan” dari tajuknya saja, kita dapat melihat bahwa acara tersebut dibuat dengan positioning sebagai acara yang berkesan”intim”, dan”seksi”. Darimana penafsiran itu ? pertama, kata Bandung’s Model, ini menunjukkan kesan seksi. Sebagaimana kita tahu (atau sejauh yang saya tahu ya?:-P), gadis dari bandung itu sering dipersepsikan sebagai gadis cantik yang modis dan memiliki tampilan fisik cukup mengagumkan. Itu baru gadisnya, belum modelnya lho. Kata model tentu makin menguatkan  kesan modis dan tampilan fisik aduhai tadi.  Kedua, kata “in bed”, ini mengesankan citra intim dan memperkuat kesan seksi, karena biasanya di tempat tidurlah kita biasanya mengeksekusi hal-hal berbau intim, serta mengeksplorasi keseksian. Bukan begitu ?

Setelah penafsiran panjang lebar akan tajuk acara tersebut, kita melihat konsumen yang disasar oleh penyelenggara acara In Bed with Bandung’s Model. Hasil penelusuran dengan bantuan paman Google, didapatkan informasi mengenai program-program keanggotaan yang ditawarkan oleh tempat hiburan di jalan Adisucipto tersebut. Dari program-program membership, dapat ditarik kesimpulan bahwa konsumen yang menjadi target pasar adalah anak muda dari  kalangan menengah, terutama eksekutif muda dan mahasiswa.

Sebuah acara tentulah dibuat sesuai selera pasar yang menjadi targetnya. Nah, dengan menawarkan keintiman dan keseksian sebagai tema, maka tentu tema ini adalah hal yang familiar atau, jika tidak, dapat diterima dan disukai oleh konsumen, yang notabene adalah anak muda Jogjakarta. Apalagi jika melihat fenomena bahwa mahasiswa, sebagai salah satu target konsumen, adalah komunitas patron alias sangat mempengaruhi arus utama gaya hidup dari anak muda Jogja. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa anak muda Jogja telah terbiasa dengan keseksian dan keintiman yang disajikan dan ditawarkan secara terbuka, sebagaimana acara tersebut menawarkan tampilan “In Bed with Bandung’s Model” 

Gaya hidup yang sangat toleran terhadap keseksian dan keintiman terbuka di muka umum adalah gaya hidup yang permisif. Batasan nilai dan norma pun bergeser semakin lebar untuk mentolerir perbuatan intim dan eksplorasi keseksian. Lalu, kenapa kalau semakin permisif ?. Bagi saya, masyarakat yang permisif itu tidak asyik. Keintiman sebagai aktivitas memadu kasih antara dua kekasih yang dulunya hanya boleh dinikmati ketika pernikahan telah digelar menjadi sekedar komoditas untuk jadi hiburan. Cinta tak lagi, seperti kata penyair Mustofa Bisri, sebuah misteri. Keseksian sebagai barang eksklusif diumbar layaknya produk massal dunia industri dan tubuh, lagi-lagi, menjadi jualan yang murahan. Ini mirip dengan membiarkan mobil Bentley, Ferrari, atau Aston Martin yang dibuat dengan versi Avanza atau Xenia, massal dan murah. Jika demikian, tak ada lagi keindahan dalam keintiman dan keseksian. Tak ada lagi seni dalam memadu kasih, yang ada adalah fungsi pemuasan hasrat. Jadi malu aku, jika jadi permisif.

Advertisements


4 Responses to “In Bed with Bandung’s Models”

  1. eh, tapi maksute in bed with… itu emang sesuai dengan persepsi kamu ga?
    kamu sharing hasil penelusuran paman google dong.

    jangan2 itu hanya bahasa kiasan balutan iklan mif 😛

    la persepsi kamu apa yan ??..

  2. koe ngecek acara kui bener ra?

  3. Lah, sopo ngerti sinau bareng..Main gaple…Tilawah…Muroja’ah, lak yo ngono ta ? Modele wadon ?

  4. iklan spring bed kalee…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s


%d bloggers like this: