Timoho Jaya

23Mar07

Membaca tulisan Rhenald Kasali di koran Kompas hari ini (23/3/07) tentang persaingan antara ritel modern dan ritel tradisional, mengingatkan saya akan persaingan yang dialami usaha ritel ayah saya dengan sebuah jaringan minimarket nasional. Yup, sudah 5 tahun ini, salah satu toko milik ayah saya yang bernama Timoho Jaya sedang bersaing langsung dengan Indomaret yang berada persis di samping toko ayah saya tadi. Sebuah kompetisi yang sebenarnya sudah saya perkirakan sejak tahun 2000, ketika saya masih kelas 1 SMA, tahun yang sama ketika Indomaret mulai berekspansi secara luas. Di sinilah saya melihat sebuah simulasi persaingan bebas dalam dunia ekonomi.

Sebenarnya secara tidak langsung, ayah saya juga “merestui” berdirinya Indomaret di sebelah tokonya. Sebelum dibangun, pihak Indomaret meminta izin pembangunan kepada ayah saya, dan tanpa izin tersebut, izin bangunan dari pemda tak akan keluar. Masih terngiang kata-kata ayah saya ketika ia memberikan izin itu,”Yah silakan saja itu dibangun, wong kita ini sama-sama cari rejeki dariNya kok, Ia pasti membagi rejekinya”. Wow, sebuah keputusan berani menurut saya, karena saya tahu pasti saat itu bisnis ayah saya sedang goyah.

Sejujurnya, dalam pikiran saya sudah muncul bayang-bayang kebangkrutan dan hal-hal buruk lainnya di waktu-waktu yang akan datang. Tapi, tak dinyana, saat ini bisnis ayah saya sedang menanjak lagi, kondisi finansial Timoho Jaya berada dalam kondisi stabil, hutang-hutang lunas, dan omset mulai membesar. Padahal, sejak 3 tahun lalu, salah satu tokonya sudah diserahkan sepenuhnya kepada kakak laki-laki saya, dan itu berarti kehilangan sebuah sumber pemasukan yang sangat signifikan. Belum lagi dengan pengeluaran untuk memperbaiki rumah paska gempa mei.

Lalu, apa kuncinya toko kami bisa selamat dalam persaingan tersebut ? Well, sebelumnya saya harus angkat jempol buat ayah saya. Dalam usianya yang sudah lebih dari 60 tahun, ia masih sanggup bekerja layaknya seorang wirausaha muda.Timoho Jaya berhasil survive tidak lain karena kecerdikan dalam melakukan positioning usaha. Daripada bersaing langsung dalam produk customer goods, pada awalnya ayah saya bermain pada barang2 kebutuhan sehari-hari. Ketersediaan barang dan harga barang kebutuhan sehari-hari dibuat lebih lengkap dan murah dibanding Indomaret. Ketika berhasil menjaga pelanggan agar tidak berkurang drastis dengan strategi tadi, ayah saya mulai bermain pada barang-barang dengan margin keuntungan besar namun tidak tersedia di Indomaret. Selain tetap menyediakan barang2 customer goods untuk tetap memenuhi permintaan pelanggan, meskipun memilih untuk tidak berdarah-darah bersaing dari segi harga. Ditambah lagi, ayah saya memperkuat posisi toko satunya lagi yang berada di pasar (Timoho Jaya 2) dengan barang-barang kebutuhan para pedagang pasar, seperti tas plastik, bumbu2an, dsb. Di Timoho Jaya 2, ayah saya justru berani bermain dari segi harga, terutama untuk barang-barang kebutuhan sehari-hari.

Dengan strategi positioning tadi, ayah saya telah berhasil membawa” imperium” bisnisnya keluar dari bayang-bayang kebangkrutan. Bagi saya itu merupakan sebuah hasil brilian, karena saya tahu betul kondisi permodalan ayah saya setelah sebuah “kebocoran” sangat besar secara finansial yang sempat membuat Timoho Jaya menukik tajam dalam belantara persaingan ritel yang sangat ketat dan penuh intrik (alah:-D). Sekarang ayah saya sedang merencanakan sedikit ekspansi bisnis dalam jangka waktu 4-6 bulan (katanya sebelum saya lulus :-D), membeli mobil, dan mungkin sedang membayangkan melihat anaknya yang terakhir duduk di pelaminan, lalu memberinya cucu..:-))

Advertisements


3 Responses to “Timoho Jaya”

  1. wah, akhirnya posting imperium bisnis miff..

    *jadi harus sama orang jogja tho..:D

  2. Mantap betul. Rezeki sudah ada yang mengatur.

  3. 3 miff

    yah..namanya juga rejeki..kapan kita dapet rejeki bisa keluar dari ITB dengan selamat kram..?hehehehhe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: