Ayat-ayat Cinta
Lagi pengen nyari-nyari tulisannya Mustofa Bisri. Eh, malah nyantol di blognya mbak Helvy Tiana Rosa. Ternyata mbak Helvy lagi abis merayakan milad pernikahannya yang ke 13. Nah, beberapa tulisan terakhirnya di blog tersebut bertema nostalgia pernikahannya. Salah satunya berjudul Mahar.
Dalam tulisan Mahar itu, mbak Helvy menceritakan tentang seorang sahabatnya yang meminta tanggapan mbak Helvy untuk novelnya yang akan terbit. Novel yang juga akan menjadi mahar bagi pernikahan sahabat tersebut dengan wanita terkasihnya. Ternyata, sahabat mbak Helvy tadi adalah Habiburahman El Shirazy, si penulis Ayat-ayat Cinta. Jadi, novel Ayat-ayat Cinta adalah saksi bisu dalam perayaan cinta Habiburahman El Shirazy, sekaligus sebuah persembahan bagi sang terkasih untuk memulai sebuah fase kehidupan yang baru. Hmm..cukup romantis yah.
Jika Habiburahman El Shirazy dan Muyasarotun Sa’idah memulai biduknya berdua dengan Ayat-ayat Cinta, Kira -kira besok saya gimana ya waktu akan mempersunting mbak siapa gitu..:-)) ?? Jadi pengen berkhayal nih. Ada usul dari para pembaca ? tapi jangan ngusulin Ayat-ayat setannya kang Salman Rushdie ya…hehehehe
Filed under: Uncategorized | 6 Comments
Tags: Coret-coret
weleh, Mifftah mau ngasi buku sebagai mahar?
hmm…
Karena Rachma mah kurang suka alur cerita AAC, jadi no comment tentang AAC nya mah
.
, terus gak kaya cincin ato gelang yang mesti dicopot kalo mau mengerjakan kerja-kerja yang agak ribet], dan pengen nama suaminya terukir di situ [jadi ke mana-mana selalu sama si dia
].
Kalo untuk mahar, mendingan nyari mahar yang long lasting, gak perlu mahal, tapi long lasting.
Rachma pribadi, untuk urusan mahar gak terlalu ambil pusing [seridhonya calon suami ngasinya apa], namun kurang setuju kalo seperangkat alat sholat dijadiin mahar, soalnya… yah, yang namanya kain kan ada masa hidupnya. Kalo temen Rachma ada yang maharnya pengen kalung, dengan alasan: kalung itu awet, terhalang jilbab [kemungkinan kecil akan dijambret orang, gak berkesan pamer juga
halah… kamu pingin ngasih Mahar tapi gung wani maju. yo opo Mif.. hehe.
ayoo, sido tahun rencana ‘kemenangan’ ga?
Mahar adalah harta yang diberikan pihak calon suami kepada calon istrinya untuk dimiliki sebagai penghalal hubungan mereka. Mahar ini menjadi hak istri sepenuhnya, sehingga bentuk dan nilai mahar ini pun sangat ditentukan oleh kehendak istri. Bisa saja mahar itu berbentuk uang, benda atau pun jasa, tergantung permintaan pihak istri.
Mahar pada hakikatnya dinilai dengan nilai uang, sebab mahar adalah harta, bukan sekedar simbol belaka.
Hal seperti ini yang di masa sekarang kurang dipahami dengan cermat oleh kebanyakan wanita muslimah. Padahal mahar itu adalah nafkah awal, sebelum nafkah rutin berikutnya diberikan suami kepada istri. Jadi sangat wajar bila seorang wanita meminta mahar dalam bentuk harta yang
punya nilai nominal tertentu. Misalnya uang tunai, emas, tanah, rumah, kendaraan, deposito syariah, saham, kontrakan, atau benda berharga lainnya seperti sebuah apotek mungkin..heheheh..
Adapun mushaf Al-Quran dan seperangkat alat shalat, tentu saja nilai nominalnya sangat rendah, sebab bisa didapat hanya dengan beberapa puluh ribu rupiah saja. Sangat tidak wajar bila calon suami yang punya penghasilan menengah, tetapi hanya memberi mahar semurah itu kepada calon istrinya
Meskipun Rasulullah SAW pernah bersabda,” Nikah yang paling besar barakahnya itu adalah yang murah maharnya” (HR Ahmad)
Namun hadits ini perlu dipahami bahwa konteksnya pada masa itu wanita memang sama sekali tidak mau bergeming dari tarif mahar yang diajukannya. Sedangkan untuk konteks kita di Indonesia, di mana kebiasaan kita memberi mahar berupa mushaf Al-Quran dan seperangkat alat shalat yang sangat murah, tentu perlu dipahami secara lebih luas.
Wallahu a’lam bishshawab
Ust. Ahmad Sarwat, Lc. (www.eramuslim.com)
Tapi hadiah sebuah novel yg mengisahkan ttg keagungan cinta antara 2 insan yg dilandasi mencari keridhoan Ilahi tentu jg dapat menjadi sebuah kado manis untuk sang istri yg tak ternilai harganya…Seperti yg dilakukan Kang Abik utk istrinya. Hmmmm romantis jg..tapi tetep hrs ada mahar lain jg selain novel tentunya, seperti yg terurai di atas…hehehe.
Btw mau mempersunting siapa neh??? ;p
hehe ga harus apotek sih, RS sekalian jg boleh
Usul mempersunting siapa?? Hmmm sapa ya? Maap blm ada ide…hehehe.
oi mifff
gumaya kowe….
ra wani maju aja gaya nulis nulis mahar sgala hehehe
sukses broo interviu di jakartanya….
ide bagus tuh nikah massal….
hemat dan pastinya unforgettable moment…
nikah bareng ama mantan temen2 seliqo…heheheh